Apakah Anda pernah merasa sistem keuangan perusahaan Anda kurang mampu mengidentifikasi kendala yang membatasi produktivitas? Banyak bisnis menghadapi tantangan dalam mengelola biaya dan pendapatan dengan metode akuntansi tradisional. Dalam hal ini, Throughput Accounting hadir sebagai solusi modern yang dapat membantu mengoptimalkan pengelolaan keuangan perusahaan.
Throughput Accounting berfokus pada hubungan antara pendapatan, inventaris, dan biaya operasional. Metode ini didukung oleh software akuntansi modern yang mampu menyederhanakan proses analisis dengan fitur seperti pelacakan real-time dan simulasi pengelolaan biaya. Dengan cara ini, Anda dapat lebih mudah mengidentifikasi kendala dan meningkatkan efisiensi operasional bisnis Anda.
Jika Anda ingin mengetahui lebih lanjut bagaimana metode ini bekerja dan manfaatnya bagi perusahaan Anda, simak panduan lengkap ini. Artikel ini akan membahas secara mendalam konsep, perhitungan, hingga implementasi Throughput Accounting dalam bisnis modern.
Pengertian Throughput Accounting
Throughput Accounting adalah metode akuntansi manajemen yang berfokus pada peningkatan throughput atau pendapatan per unit waktu dengan meminimalkan inventaris dan biaya operasional. Pendekatan ini didasarkan pada Theory of Constraints (TOC) yang dikembangkan oleh Dr. Eliyahu M. Goldratt. TOC menekankan pentingnya mengidentifikasi dan mengelola kendala utama dalam sistem bisnis yang membatasi produktivitas secara keseluruhan.
Dalam Throughput Accounting, perhatian utama diberikan pada tiga elemen inti: throughput (pendapatan bersih yang dihasilkan setelah biaya langsung), inventaris (investasi dalam bahan baku dan barang jadi), dan biaya operasional (pengeluaran yang dibutuhkan untuk mendukung operasi bisnis). Dengan fokus pada elemen-elemen ini, metode ini memberikan cara yang lebih efisien untuk mengevaluasi kinerja bisnis dibandingkan dengan akuntansi tradisional yang sering kali terlalu berpusat pada pengelolaan biaya tetap.
Pendekatan ini memberikan wawasan yang lebih dalam tentang bagaimana kendala atau bottleneck dalam proses produksi dapat memengaruhi hasil akhir. Dengan mengidentifikasi kendala ini dan mengalokasikan sumber daya dengan lebih efektif, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi operasional dan memaksimalkan keuntungan.
Rasio Dalam Throughput Accounting
Dalam Throughput Accounting, terdapat tiga rasio utama yang digunakan untuk mengukur kinerja dan membantu pengambilan keputusan strategis. Rasio ini berfungsi untuk menggambarkan hubungan antara pendapatan, inventaris, dan biaya operasional, serta bagaimana ketiga elemen tersebut saling memengaruhi.
1. Throughput (Pendapatan Bersih)
Throughput didefinisikan sebagai pendapatan bersih yang diperoleh perusahaan setelah mengurangi biaya variabel langsung. Biaya variabel ini biasanya mencakup bahan baku yang digunakan untuk memproduksi barang. Rasio ini menunjukkan seberapa besar kontribusi pendapatan yang dapat digunakan untuk menutupi biaya operasional dan mencapai keuntungan. Fokus utama dari Throughput Accounting adalah memaksimalkan nilai throughput ini.
2. Inventaris (Inventory)
Inventaris dalam Throughput Accounting mengacu pada investasi yang ditanamkan dalam bahan baku, barang dalam proses, dan barang jadi. Namun, berbeda dengan pendekatan tradisional, inventaris tidak dianggap sebagai aset yang memberikan nilai tambah, melainkan sebagai pengeluaran yang harus diminimalkan. Rasio inventaris ini membantu perusahaan memahami berapa banyak sumber daya yang terkunci dalam proses produksi dan mencari cara untuk menguranginya.
3. Biaya Operasional (Operating Expenses)
Biaya operasional mencakup semua pengeluaran yang diperlukan untuk mendukung operasi bisnis, seperti gaji karyawan, utilitas, dan perawatan peralatan. Melalui rasio ini, perusahaan dapat mengevaluasi efisiensi penggunaan sumber daya dan memastikan bahwa biaya operasional tetap terkendali. Dalam konteks Throughput Accounting, mengurangi biaya operasional sambil meningkatkan throughput menjadi prioritas utama.
Contoh Perhitungan Throughput Accounting
Untuk memahami bagaimana Throughput Accounting diterapkan, mari kita lihat sebuah contoh sederhana. Misalnya, sebuah perusahaan manufaktur memproduksi kursi dengan harga jual Rp500.000 per unit. Biaya variabel langsung, yang mencakup bahan baku dan tenaga kerja langsung, adalah Rp200.000 per unit. Sementara itu, biaya operasional tetap perusahaan adalah Rp50.000.000 per bulan.
Pertama, hitung nilai throughput per unit, yaitu selisih antara harga jual per unit dan biaya variabel per unit. Dalam hal ini:

Setelah mengetahui throughput per unit, langkah berikutnya adalah menentukan total throughput yang dapat dihasilkan perusahaan dalam satu bulan. Jika perusahaan mampu memproduksi dan menjual 500 unit kursi per bulan, maka total throughputnya adalah:

Kemudian, biaya operasional tetap (Rp50.000.000) dikurangkan dari total throughput untuk menentukan laba bersih. Dalam kasus ini, laba bersih perusahaan adalah:

Melalui analisis ini, perusahaan dapat melihat bahwa dengan memproduksi dan menjual 500 unit kursi, mereka tidak hanya menutupi biaya operasional, tetapi juga menghasilkan laba bersih yang signifikan. Contoh ini menggambarkan bagaimana Throughput Accounting memberikan panduan yang jelas dalam mengelola biaya dan meningkatkan profitabilitas.
Perbedaan Throughput Accounting vs Cost Accounting
Memilih metode akuntansi yang tepat sangat penting untuk mendukung strategi keuangan bisnis Anda. Dalam hal ini, Throughput Accounting dan Cost Accounting menawarkan pendekatan yang berbeda sesuai kebutuhan perusahaan. Dengan memahami perbedaan utama di antara keduanya, Anda dapat menentukan metode mana yang paling cocok untuk membantu perusahaan Anda mencapai tujuan.
1. Fokus Utama Analisis
Throughput Accounting menempatkan fokus pada peningkatan pendapatan bersih setelah mengurangi biaya variabel langsung. Tujuannya adalah untuk mengoptimalkan aliran kerja dan mengatasi kendala yang menghambat produktivitas. Sebaliknya, Cost Accounting lebih menitikberatkan pada pembagian biaya tetap dan variabel ke setiap unit produk. Pendekatan ini bertujuan untuk memberikan gambaran lengkap tentang struktur biaya dan mendukung manajemen biaya dalam cost control.
2. Pengelolaan Inventaris
Dalam Throughput Accounting, inventaris tidak dianggap sebagai aset bernilai tetapi sebagai biaya yang perlu diminimalkan. Pendekatan ini melihat inventaris sebagai beban yang harus dikelola dengan hati-hati untuk meningkatkan efisiensi. Berbeda dengan itu, Cost Accounting mengklasifikasikan inventaris sebagai bagian dari aset perusahaan, yang dicatat dalam neraca dan dianggap memberikan kontribusi pada nilai perusahaan.
3. Pendekatan pada Biaya
Throughput Accounting hanya mempertimbangkan biaya variabel langsung, seperti bahan baku, dalam analisisnya. Hal ini memungkinkan Anda untuk melihat bagaimana setiap produk atau layanan berkontribusi terhadap pendapatan bersih. Di sisi lain, Cost Accounting mencakup semua jenis biaya, termasuk biaya tetap, untuk memberikan rincian menyeluruh tentang biaya produksi dan operasional.
4. Tujuan Akhir
Throughput Accounting dirancang untuk membantu Anda meningkatkan efisiensi dan profitabilitas dengan mengelola kendala dalam operasional. Cost Accounting, di sisi lain, lebih fokus pada kontrol anggaran dan penetapan harga produk berdasarkan analisis biaya total. Dengan memahami perbedaan ini, Anda dapat memilih metode yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan Anda, apakah itu untuk meningkatkan efisiensi operasional atau untuk mendukung manajemen biaya dalam cost control. Pilihan yang tepat akan membantu Anda dalam membuat keputusan keuangan yang lebih strategis.
Manfaat dan Kelebihan Throughput Accounting
Sebagai pelaku bisnis, Anda tentu memahami pentingnya pendekatan yang efektif dalam mengelola keuangan dan meningkatkan produktivitas. Throughput Accounting menawarkan berbagai manfaat yang dapat membantu Anda mengoptimalkan operasi bisnis, terutama dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat. Berikut adalah beberapa kelebihan utama yang membuat pendekatan ini relevan untuk diterapkan.
1. Meningkatkan Efisiensi Operasional
Melalui pendekatan ini, Anda dapat mengidentifikasi kendala utama yang menghambat produktivitas di perusahaan. Dengan memahami kendala tersebut, perusahaan dapat merancang strategi untuk mengatasinya dan meningkatkan aliran kerja secara keseluruhan. Misalnya, jika produksi terhambat oleh kapasitas mesin tertentu, Anda dapat fokus pada optimalisasi atau penambahan sumber daya untuk mengurangi waktu henti. Hasilnya, operasi menjadi lebih lancar dan efisien, yang pada akhirnya meningkatkan throughput atau pendapatan bersih perusahaan Anda.
2. Memaksimalkan Keuntungan
Pendekatan ini memberikan wawasan tentang bagaimana setiap produk atau layanan berkontribusi terhadap pendapatan bersih. Dengan menghitung pendapatan bersih setelah biaya variabel, Anda dapat menentukan produk mana yang memberikan margin kontribusi terbesar. Informasi ini sangat membantu dalam pengambilan keputusan strategis, seperti fokus pada produk dengan margin tinggi atau mengurangi produksi barang yang kurang menguntungkan. Dengan cara ini, perusahaan Anda dapat memaksimalkan keuntungan tanpa harus meningkatkan inventaris atau biaya operasional secara signifikan.
3. Mendukung Pengambilan Keputusan Strategis
Throughput Accounting membantu Anda membuat keputusan yang lebih tepat dalam merancang strategi bisnis. Pendekatan ini memprioritaskan efisiensi operasional, sehingga Anda dapat fokus pada aspek-aspek yang benar-benar memengaruhi profitabilitas. Misalnya, jika kendala ditemukan dalam kapasitas tenaga kerja, Anda dapat mempertimbangkan pelatihan tambahan atau otomatisasi untuk meningkatkan produktivitas. Dengan memahami hubungan antara kendala, pendapatan, dan biaya, Anda dapat merancang strategi yang mendukung pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.
Permudah Throughput Accounting dengan Software Akuntansi Bridgenr
Mengelola Throughput Accounting secara manual sering kali menjadi tantangan bagi perusahaan. Proses analisis yang melibatkan perhitungan throughput, inventaris, dan biaya operasional membutuhkan data yang akurat dan real-time. Ketidakakuratan dalam pencatatan atau keterlambatan informasi dapat menghambat pengambilan keputusan strategis, terutama ketika bisnis menghadapi kendala dalam operasional. Dalam situasi seperti ini, software akuntansi modern menjadi solusi yang sangat dibutuhkan untuk menyederhanakan proses ini.
Bridgenr hadir sebagai software akuntansi yang dirancang untuk mendukung penerapan Throughput Accounting secara efisien. Dengan fitur-fitur canggih, Bridgenr membantu Anda mengelola keuangan dan operasional perusahaan dengan lebih baik. Berikut adalah fitur unggulan Bridgenr yang mendukung metode ini:
- Financial Forecasting: Membantu memprediksi arus kas dan tren keuangan untuk pengambilan keputusan strategis.
- Dynamic Budgeting and Allocation: Mengalokasikan anggaran secara real-time untuk mendukung operasional yang efisien.
- Real-Time Financial Insights: Memberikan laporan langsung untuk memonitor throughput, inventaris, dan biaya operasional secara akurat.
- Compliance Monitoring & Reporting: Memastikan pengelolaan keuangan sesuai dengan peraturan, mendukung efisiensi dan transparansi.
Dengan Bridgenr, Anda dapat menyederhanakan proses Throughput Accounting, memastikan efisiensi operasional, dan meningkatkan profitabilitas bisnis Anda secara signifikan. Cobalah untuk pengalaman manajemen keuangan yang lebih optimal.
Kesimpulan
Throughput Accounting adalah pendekatan akuntansi yang memberikan fokus pada peningkatan efisiensi dan keuntungan dengan mengelola kendala dalam operasional bisnis. Metode ini menawarkan cara yang lebih sederhana namun efektif untuk mengelola pendapatan, inventaris, dan biaya operasional. Dengan memahami hubungan antar elemen ini, perusahaan dapat mengambil keputusan yang lebih baik untuk mencapai tujuan strategisnya.
Untuk mendukung penerapan Throughput Accounting, dukungan software akuntansi yang handal sangat penting. Bridgenr hadir dengan fitur-fitur unggulan seperti Financial Forecasting dan Real-Time Financial Insights, membantu Anda menyederhanakan proses pengelolaan keuangan dan meningkatkan profitabilitas. Cobalah demo dan konsultasi gratis supaya Anda dapat menemukan solusi terbaik yang dirancang untuk kebutuhan bisnis Anda.


